SEKILAS INFO
LPQQ Indonesia (Lembaga Pembelajaran Qira'atil Qur'an Indonesia) - "Gerakan Nasional Pengentasan Buta Aksara Al-Qur'an di Indonesia", yg dilaksanakan secara Serentak Bertahap dan Berkelanjutan, untuk Kalangan Remaja Dewasa dan Lansia, juga untuk Kalangan Pelajar dan Mahasiswa
Kamis, 5/2/2026

KH. Ma’ruf Amin Dukung Gernas LPQQ Indonesia untuk Pengentasan Buta Aksara Al-Qur’an

Jakarta — Lembaga Pembelajaran Qira’atil Qur’an (LPQQ) Indonesia melakukan audiensi dengan Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia, KH. Ma’ruf Amin, dalam rangka menguatkan Gerakan Nasional Pengentasan Buta Aksara Al-Qur’an (Gernas LPQQ Indonesia).

Audiensi ini dihadiri oleh
Ketua Umum LPQQ Indonesia KH. Mahbub Sholeh Zarkasyi didampingi Sekjen LPQQ Indonesia Ust. Ibrahim dan jajarannya.
Dr. Cahya Muhammad Nuh, didampingi jajaran pengurus Koperasi QOHA Sadesa

Ketua Umum LPQQ Indonesia, KH. Mahbub Sholeh Zarkasyi, menyampaikan bahwa masih terdapat sekitar 65% umat Muslim di Indonesia yang buta aksara Al-Qur’an. Karena itu, LPQQ menggagas Gernas sebagai gerakan serentak, bertahap, dan berkelanjutan. Program ini menyasar berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, remaja, dewasa, hingga lansia.

> “Kami berharap Syaikhuna KH. Ma’ruf Amin berkenan menjadi Ketua Dewan Pembina DPP LPQQ Indonesia, sehingga gerakan ini memiliki penguatan moral sekaligus arah yang lebih terstruktur,” ujar KH. Mahbub Sholeh.

Dalam kesempatan tersebut, hadir pula Dr. Cahya Muhammad Nuh dari Koperasi QOHA Sadesa, yang menyampaikan dukungan penuh terhadap LPQQ. QOHA berkomitmen untuk mendukung setiap kegiatan LPQQ, termasuk melalui penyediaan air minum QOHA di berbagai event. Awalnya, koperasi ini lahir dari program guru ngaji Sadesa.

Menanggapi audiensi tersebut, KH. Ma’ruf Amin menyatakan dukungan penuh dan kesediaannya untuk menjadi Ketua Dewan Pembina LPQQ Indonesia.

> “Kami menerima dengan senang hati ajakan menjadi ketua pembina. InsyaAllah, siap untuk Al-Qur’an,” ujar KH. Ma’ruf Amin.

Beliau menekankan pentingnya pergerakan LPQQ yang masif, terstruktur, dan berbasis data akurat. Gerakan pengentasan buta aksara Al-Qur’an harus dapat dimonitor hingga tingkat kelurahan dan kabupaten, serta melibatkan pemerintah daerah agar masuk dalam rencana pembangunan daerah.

Selain itu, KH. Ma’ruf Amin juga menegaskan peran pesantren yang harus bersatu dan bangkit sebagai institusi besar umat Islam. Pesantren diharapkan tidak hanya menjadi pusat pengajaran Al-Qur’an, tetapi juga mengambil bagian dalam pembangunan ekonomi syariah, kelembagaan, serta penguatan fiqh muamalah.

“Harus ada mualim di setiap kelurahan yang terdata. Keberhasilan satu daerah bisa dijadikan standar untuk diterapkan di daerah lain. Dengan begitu, pengentasan buta aksara Al-Qur’an di tingkat nasional akan lebih mudah dicapai,” jelas KH. Ma’ruf Amin.

Lebih jauh, beliau mendorong LPQQ untuk terus menggerakkan langkah-langkah nyata dan sinkron dengan semua inj kehidupan umat, termasuk bidang ekonomi.

Audiensi ini menjadi momentum penting bagi LPQQ Indonesia dalam memperkuat langkah gerakan nasional pengentasan buta aksara Al-Qur’an dengan dukungan penuh dari KH. Ma’ruf Amin. (Aim)