SEKILAS INFO
LPQQ Indonesia (Lembaga Pembelajaran Qira'atil Qur'an Indonesia) - "Gerakan Nasional Pengentasan Buta Aksara Al-Qur'an di Indonesia", yg dilaksanakan secara Serentak Bertahap dan Berkelanjutan, untuk Kalangan Remaja Dewasa dan Lansia, juga untuk Kalangan Pelajar dan Mahasiswa
Minggu, 22/3/2026

BIMTEK MANAJEMEN GERAKAN NASIONAL PENGENTASAN BUTA AKSARA AL-QUR’AN DAN PENGELOLAAN KBMA DIGELAR DI UIN BANTEN

Banten, Sabtu 7 Maret 2026 – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LPQQ Kota Serang Banten menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Gerakan Nasional Pengentasan Buta Aksara Al-Qur’an dan Penge) lKBMA (Kelompok Belajar Membaca Al-Qur’an) yang bertempat di Masjid Al-Hikmah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh antusias dan dihadiri sekitar ±150 peserta dari berbagai unsur lembaga, tokoh agama, dan pegiat pendidikan Al-Qur’an.

Acara ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi berbagai pihak dalam upaya mengatasi persoalan buta aksara Al-Qur’an yang masih menjadi tantangan besar di tengah masyarakat Muslim Indonesia. Kegiatan kemudian ditutup dengan buka puasa bersama sebagai bentuk kebersamaan dan ukhuwah antar peserta.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum DPP LPQQ (Lembaga Pembelajaran Qiroatil Quran) Indonesia, KH. Mahbub Sholeh Zarkasyi, yang didampingi oleh Sekretaris Jenderal LPQQ Indonesia, Ust. Ibrahim, serta Dr. Yudi Kristanto, M.Pd. Turut hadir pula Ketua DPD LPQQ Kota Serang, Drs. KH. Muchriji Hasyim, M.Pd. beserta jajaran pengurus.

Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua Satgas Serang Mengaji Kota Serang KH. Enting Abdul Karim, Lc., S.Pd.I, perwakilan BAZNAS Provinsi Banten H. Suhud, S.H.I, perwakilan LPTQ Banten Prof. H. Syafuri, perwakilan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banten Eman Suherman, S.Pd., M.M, serta H. Kadarusman dari Kementerian Agama Provinsi Banten.

Dalam sambutannya, Ketua Umum LPQQ Indonesia KH. Mahbub Sholeh Zarkasyi menyampaikan bahwa persoalan buta aksara Al-Qur’an di Indonesia masih sangat memprihatinkan. Berdasarkan data yang ada, sekitar 72% masyarakat Muslim di Indonesia belum mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.
Beliau menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan hanya menjadi tanggung jawab lembaga tertentu, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen umat Islam. Oleh karena itu, diperlukan sinergi dan kolaborasi yang kuat antara lembaga pendidikan, pemerintah, organisasi keagamaan, serta masyarakat untuk bersama-sama bergerak dalam Gerakan Nasional Pengentasan Buta Aksara Al-Qur’an.

“Ini adalah tanggung jawab kita bersama. Seluruh elemen umat harus bersinergi untuk mengentaskan buta aksara Al-Qur’an di Indonesia,” tegas KH. Mahbub Sholeh Zarkasyi.

Sementara itu, Ketua DPD LPQQ Kota Serang, Drs. KH. Muchriji Hasyim, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan komitmen kuat dari LPQQ Kota Serang untuk terus bergerak aktif dalam mendukung program pengentasan buta aksara Al-Qur’an di masyarakat. Ia berharap kegiatan Bimtek ini dapat menjadi langkah nyata dalam memperkuat gerakan pembelajaran Al-Qur’an, khususnya melalui program KBMA (Kelompok Belajar Membaca Al-Qur’an).

Dukungan juga disampaikan oleh Ketua Satgas Serang Mengaji Kota Serang, KH. Enting Abdul Karim, Lc., S.Pd.I, yang menyatakan bahwa program yang diinisiasi oleh LPQQ sangat sejalan dengan gerakan literasi Al-Qur’an yang selama ini digalakkan di Kota Serang. Ia menegaskan kesiapannya untuk terus mendukung serta mensinergikan program Serang Mengaji dengan program LPQQ.

Perwakilan BAZNAS Provinsi Banten, H. Suhud, S.H.I, juga menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut. Ia menilai bahwa program pengentasan buta aksara Al-Qur’an merupakan program yang sangat mulia dan strategis untuk meningkatkan kualitas keimanan dan pemahaman masyarakat terhadap Al-Qur’an. BAZNAS Banten, menurutnya, siap mendukung kegiatan-kegiatan yang berdampak langsung pada peningkatan literasi Al-Qur’an masyarakat.

Hal senada disampaikan oleh Prof. H. Syafuri, perwakilan LPTQ Banten, yang menyatakan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk memperkuat sinergi antar lembaga dalam membangun generasi Qur’ani. Ia berharap adanya kolaborasi berkelanjutan antara LPQQ dan LPTQ dalam mengembangkan program pembelajaran Al-Qur’an di masyarakat.

Dari unsur pemerintah daerah, Eman Suherman, S.Pd., M.M, selaku perwakilan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap kegiatan Bimtek tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat strategis dalam mendukung gerakan pendidikan berbasis nilai-nilai keagamaan di masyarakat.
“Kami sangat antusias dan mendukung kegiatan Bimtek ini. Dengan adanya kegiatan seperti ini diharapkan kita dapat bersama-sama bergerak dalam upaya pengentasan buta aksara Al-Qur’an,” ujarnya.
Sementara itu, H. Kadarusman dari Kementerian Agama Provinsi Banten juga menyatakan dukungannya terhadap kegiatan yang diinisiasi oleh LPQQ tersebut. Ia berharap gerakan ini dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan pembelajaran membaca Al-Qur’an.

Dalam sesi materi utama, KH. Mahbub Sholeh Zarkasyi menyampaikan materi tentang Manajemen Gerakan Nasional Pengentasan Buta Aksara Al-Qur’an, yang menekankan pentingnya gerakan terstruktur, sistematis, dan masif dalam mengajak masyarakat belajar membaca Al-Qur’an.

Sementara itu, materi mengenai Manajemen KBMA (Kelompok Belajar Membaca Al-Qur’an) disampaikan oleh Dr. Yudi Kristanto, M.Pd., yang menjelaskan tentang strategi pengelolaan kelompok belajar Al-Qur’an secara efektif, mulai dari sistem pembelajaran, manajemen kelas, hingga pengembangan jaringan pembelajaran Al-Qur’an di masyarakat.

Para peserta Bimtek tampak sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, yang tidak hanya berisi pemaparan materi, tetapi juga diskusi serta berbagi pengalaman dalam mengembangkan program pembelajaran Al-Qur’an di berbagai daerah.

Kegiatan Bimtek ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam memperkuat gerakan literasi Al-Qur’an di Indonesia, khususnya di Provinsi Banten, serta melahirkan lebih banyak kelompok belajar Al-Qur’an yang mampu membantu masyarakat dalam belajar membaca Al-Qur’an.

Acara kemudian ditutup dengan buka puasa bersama, yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kebersamaan, sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di antara seluruh peserta yang hadir.